Profil Andy Burnham

Andrew Murray Burnham lahir pada 1970 di Aintree, dekat Liverpool, dari keluarga kelas pekerja dan dibesarkan di desa Culcheth.

Ia bergabung dengan Partai Buruh sejak masih remaja sebelum melanjutkan pendidikan Sastra Inggris di Universitas Cambridge.

Burnham memulai karier politik nasional sebagai anggota parlemen pada awal 2000-an dan kemudian dipercaya menjabat menteri senior di era pemerintahan Tony Blair dan Gordon Brown.

Ia dua kali mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh, yakni pada 2010 dan 2015, tetapi gagal meraih kemenangan.

Setelah meninggalkan Westminster, Burnham memilih fokus membangun karier politik di tingkat daerah.

Dijuluki ‘King of the North’

Burnham kemudian menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester dan berhasil memenangkan tiga pemilihan berturut-turut.

Keberhasilannya memperjuangkan kepentingan wilayah utara Inggris membuatnya mendapat julukan “King of the North”.

Profesor Ilmu Politik London School of Economics, Tony Travers, menilai Burnham memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dengan masyarakat.

“Andy Burnham lebih baik dalam berkomunikasi dengan publik… dia tidak terlihat dan terdengar seperti seorang yang terobsesi dengan politik,” kata Travers kepada AFP.

Pembela Otonomi Daerah

Nama Burnham semakin dikenal secara nasional ketika berselisih secara terbuka dengan Perdana Menteri saat itu, Boris Johnson, mengenai pendanaan selama kebijakan lockdown Covid-19 di wilayah utara Inggris.

Konfrontasi tersebut memperkuat citranya sebagai pembela otonomi daerah dan kepentingan masyarakat di luar London.

Selama memimpin Greater Manchester, Burnham mendorong kebijakan pembangunan jangka panjang yang berfokus pada transportasi publik, perumahan, layanan kesehatan, dan investasi.

Ia menyebut pandangan politiknya sebagai “sosialisme yang ramah bisnis”, dengan menekankan pentingnya mengatasi ketimpangan ekonomi dan rendahnya pertumbuhan yang menurutnya telah membayangi Inggris sejak dekade 1980-an.