Bantuan Peralatan Tingkatkan Efisiensi Produksi
Selain pelatihan, BRI Peduli juga memberikan bantuan berupa alat pengupas pala, alat pengiris pala, dan mesin sealer untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas pengemasan.
Menurut Nurhasanah, bantuan tersebut membuat proses produksi menjadi jauh lebih efisien.
“Dulu proses mengupas pala bisa memakan waktu sekitar lima jam, sekarang dengan alat bantuan dari BRI hanya sekitar dua jam. Begitu juga proses mengiris pala yang biasanya membutuhkan enam jam, kini selesai dalam dua jam. Untuk pengemasan juga jauh lebih cepat karena sudah menggunakan alat sealer. Hasil kemasannya lebih rapi, lebih kokoh, dan pekerjaan kami jadi jauh lebih ringan,” ujarnya.
Efisiensi tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk olahan pala KWT Bina Tani Mysari Pala kini menjangkau lebih banyak konsumen.
Bagi para anggota kelompok, Program AURA tidak hanya menghadirkan bantuan peralatan dan pelatihan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi pala sebagai komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada KWT Bina Tani Mysari Pala. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk. Semoga BRI terus maju, terus peduli, dan menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi petani Indonesia,” katanya.

