Berpotensi Tingkatkan Remitansi dan Investasi Daerah

Laila menjelaskan, dengan skema pembiayaan yang terjangkau, generasi muda Jambi memiliki kesempatan lebih besar memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, meningkatkan pendapatan, sekaligus membawa pulang keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke daerah.

Ia memprediksi program tersebut akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian Jambi, di antaranya:

  • Meningkatkan daya beli masyarakat, melalui masuknya remitansi atau pengiriman uang dari pekerja migran di luar negeri.
  • Mendorong lahirnya usaha baru, karena dana remitansi dapat dimanfaatkan sebagai modal investasi maupun pengembangan usaha di daerah asal.
  • Memperkuat peran Bank 9 Jambi, dengan memperluas basis nasabah produktif sekaligus mempertegas fungsinya sebagai agen pembangunan daerah.

Tetap Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian

Meski memiliki prospek yang menjanjikan, Laila mengingatkan bahwa implementasi KUR PMI harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Menurutnya, risiko pembiayaan dapat diminimalkan melalui proses seleksi calon debitur yang ketat serta kolaborasi antara Bank 9 Jambi, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan kerja yang resmi.

“Perbankan saat ini dituntut tidak hanya mengejar pertumbuhan aset dan laba, tetapi juga menghasilkan dampak pembangunan. KUR PMI menjadi salah satu instrumen yang mampu menghubungkan tujuan bisnis dengan misi sosial, yakni mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Laila.