- Museum Nasional Indonesia – 756.092 pengunjung (2024: 242.752)
- Museum Benteng Vredeburg – 561.604 pengunjung (2024: 328.334)
- Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari – 88.090 pengunjung (2024: 64.591)
- Galeri Nasional Indonesia – 75.603 pengunjung (2024: 25.308)
- Museum Semedo – 54.967 pengunjung (2024: 43.522)
Museum Nasional mencatat lonjakan kunjungan paling signifikan setelah kembali dibuka untuk umum usai proses revitalisasi akibat insiden kebakaran.
Borobudur Masih Jadi Cagar Budaya Favorit
Selain museum, kawasan cagar budaya juga tetap menjadi tujuan wisata favorit masyarakat.
Candi Borobudur masih menempati posisi pertama sebagai situs cagar budaya dengan jumlah kunjungan terbanyak sepanjang 2025, meski angkanya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Berikut lima cagar budaya dengan jumlah kunjungan tertinggi pada 2025:
- Candi Borobudur – 1.164.764 pengunjung
- Candi Arjuna – 363.634 pengunjung
- Candi Gedong Songo – 242.057 pengunjung
- Candi Cetho – 64.546 pengunjung
- Rumah Bung Karno – 44.311 pengunjung
Pada 2024, Candi Borobudur mencatat 1.286.222 pengunjung, sehingga terjadi sedikit penurunan pada 2025.
Museum Passport Dongkrak Minat Berkunjung
Indira menilai kehadiran Museum Passport, yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Museum Internasional pada 18 Mei, turut mendorong peningkatan kunjungan.
Program yang awalnya hanya berlaku di 19 museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency tersebut kini telah diperluas menjadi program nasional yang mencakup ratusan museum yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan.
Selain berfungsi sebagai paspor kunjungan, Museum Passport juga memuat direktori lebih dari 300 museum dari Aceh hingga Papua.
“Dalam tiga hari, 5.000 Museum Passport sold out. Sekarang kami sudah mencetak lagi 15 ribu, jadi total sudah 20 ribu,” ujar Indira.
Ia menambahkan, pengelola museum juga terus melakukan inovasi melalui pameran temporer, peningkatan fasilitas, hingga penyediaan ruang publik yang lebih nyaman agar pengalaman berkunjung semakin menarik.

