Meski mendapatkan pengecualian dari wajib militer penuh, Son diketahui tetap menjalani pelatihan dasar militer selama beberapa pekan sesuai aturan yang berlaku di Korea Selatan.
Setelah video percakapan tersebut menyebar luas, reaksi publik pun bermunculan. Banyak penggemar menilai komentar yang dilontarkan para wartawan tidak profesional dan tidak menghormati kontribusi para pemain yang telah membawa prestasi bagi negara.
Tak lama setelah kontroversi itu mencuat, para pemain Timnas Korea Selatan dikabarkan sepakat untuk memboikot media domestik. Mereka menolak memberikan wawancara kepada wartawan Korea Selatan sebagai bentuk protes atas insiden tersebut.
Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menyayangkan komentar tidak pantas yang disampaikan sejumlah wartawan saat sesi latihan di Guadalajara.
“Dengan rasa tanggung jawab mewakili Korea Selatan di Piala Dunia, Taegeuk Warriors melakukan yang terbaik untuk memenuhi dukungan dan harapan masyarakat. Namun, bocornya percakapan yang tidak pantas antara beberapa staf media di tempat latihan telah menyebabkan kejutan dan kekecewaan besar bagi seluruh tim,” tulis KFA dalam pernyataan resminya yang dikutip VN Express.
Dampak dari insiden tersebut juga berujung pada pengunduran diri kepala pers rombongan media Korea Selatan yang meliput Piala Dunia 2026. Ia memilih mundur karena merasa bertanggung jawab atas polemik yang terjadi.
Belakangan, kepala pers yang baru telah menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. Son Heung Min disebut menerima permintaan maaf tersebut secara pribadi.

