Kedua kondisi tersebut sama-sama dapat menyebabkan pembengkakan pada skrotum, rasa tidak nyaman, serta munculnya benjolan yang dapat dirasakan saat pemeriksaan fisik.

Namun, menurut Testicular Cancer Foundation, terdapat sejumlah perbedaan yang cukup jelas antara epididimitis dan kanker testis.

Perbedaan utama biasanya terletak pada karakteristik nyeri yang dirasakan. Epididimitis cenderung menimbulkan nyeri tajam dengan perkembangan gejala yang relatif cepat. Sebaliknya, kanker testis sering kali tidak menimbulkan rasa sakit atau hanya memunculkan nyeri tumpul yang berlangsung perlahan.

Selain itu, epididimitis yang dipicu infeksi umumnya disertai gejala lain seperti kemerahan, demam, atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Gejala-gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada kanker testis.

Perbedaan juga dapat terlihat dari karakteristik benjolan yang muncul. Benjolan akibat kanker testis umumnya terasa keras, tidak rata, dan berada pada bagian utama testis. Sementara pada epididimitis, benjolan biasanya terletak di area atas atau belakang testis serta lebih sering bersifat jinak.

Karena gejalanya dapat menyerupai satu sama lain, siapa pun yang menemukan benjolan, pembengkakan, atau perubahan pada testis dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter. Baik epididimitis maupun kanker testis memiliki peluang penanganan yang lebih baik apabila terdeteksi sejak dini.