Jakarta – Tren penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2026. Berbagai platform AI generatif seperti ChatGPT, Microsoft Copilot, Gemini, hingga Claude semakin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pekerjaan, pendidikan, bisnis, hingga kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan teknologi AI yang semakin mudah diakses membuat masyarakat dari berbagai kalangan mulai mengandalkan layanan tersebut untuk mencari informasi, membuat konten, melakukan riset, menyusun dokumen, hingga membantu aktivitas belajar.
Fenomena ini juga terlihat dari meningkatnya pembahasan mengenai AI di media sosial dan forum digital. Beragam topik terkait penggunaan AI, mulai dari cara menghasilkan uang dengan AI, pembuatan konten otomatis, hingga pemanfaatan AI untuk produktivitas kerja, menjadi perbincangan yang banyak dicari pengguna internet.
Pengamat teknologi menilai perkembangan AI generatif telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan teknologi digital. Jika sebelumnya mesin pencari menjadi sumber utama informasi, kini sebagian pengguna mulai memanfaatkan AI untuk memperoleh jawaban yang lebih cepat dan interaktif.
Di sektor pendidikan, AI digunakan sebagai alat bantu belajar, penyusunan materi, hingga pencarian referensi. Sementara di dunia usaha, teknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, pelayanan pelanggan, pemasaran digital, dan pengelolaan data.
Namun di tengah pertumbuhan penggunaan AI, berbagai pihak juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan keamanan data. Pengguna diimbau untuk tetap berhati-hati saat memasukkan informasi pribadi atau data sensitif ke dalam platform AI.

