Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.
Saat ini, kerja sama LCT telah dijalankan Indonesia bersama sejumlah negara, yakni Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Perlu Sinergi Seluruh Pemangku Kepentingan
Denny menegaskan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tidak dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan koordinasi dari berbagai pihak.
“Untuk itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” tegasnya.
Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

