Di tengah situasi tersebut, Iran mengklaim berhasil menyerang kapal perang AS yang disebut sebagai pusat kendali dan komando militer pada Rabu (3/6).
Kantor Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan serangan dilakukan pada Selasa malam di sekitar Selat Hormuz menggunakan proyektil udara.
“Sebagai respons atas agresi dan pelanggaran aturan di Selat Hormuz, sebuah kapal musuh Amerika-Zionis bernama Panaya menjadi sasaran rudal yang ditembakkan oleh Angkatan Laut IRGC,” demikian pernyataan yang dikutip dari Tasnim.
Menurut IRGC, sebelumnya AS telah menyerang menara komunikasi milik mereka di bagian selatan Pulau Qeshm menggunakan proyektil udara.
IRGC juga menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan yang lebih besar.
“Kami menegaskan kembali bahwa mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS yang agresif,” demikian pernyataan Kantor Humas IRGC.

