Tiga negara penyumbang surplus terbesar selama Januari-April 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai US$5,76 miliar, India sebesar US$4,41 miliar, serta Filipina yang juga memberikan kontribusi surplus signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Neraca Perdagangan Indonesia Tetap Surplus

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-April 2026 masih mencatat surplus sebesar US$5,64 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh surplus perdagangan sektor nonmigas sebesar US$14,16 miliar. Namun, sektor minyak dan gas (migas) masih mengalami defisit sebesar US$8,52 miliar sehingga mengurangi total surplus perdagangan nasional.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia masih menghadapi defisit perdagangan dengan beberapa negara mitra utama, kinerja ekspor nonmigas tetap menjadi penopang utama surplus neraca perdagangan nasional pada awal tahun 2026.