Jumlah tersebut dinilai jauh lebih kecil dibandingkan penurunan pasokan minyak global yang diperkirakan mencapai 13 juta barel per hari sejak perang Iran dan Amerika Serikat dimulai.

Kekurangan pasokan energi global sejauh ini masih ditopang melalui penggunaan cadangan persediaan energi yang tersedia. Namun Logan mengingatkan kapasitas cadangan tersebut terbatas.

“Bagaimanapun caranya, saya memperkirakan pasar energi akan mencapai keseimbangan dalam waktu dekat. Jika molekul (energi) tersebut tidak tersedia, dunia tidak akan bisa mengonsumsinya,” ujarnya.

Logan juga merupakan salah satu dari tiga pembuat kebijakan di The Fed yang sebelumnya menentang keputusan suku bunga bulan lalu. Mereka menilai lonjakan harga energi dan komoditas membuka peluang kenaikan suku bunga yang sebanding dengan potensi penurunan suku bunga.

Dalam pidatonya, Logan tidak membahas proyeksi ekonomi jangka pendek maupun kebijakan moneter secara rinci. Namun, ia menyerukan penguatan ketahanan pasar Obligasi Pemerintah AS (Treasury), termasuk melalui kliring terpusat dan penguatan instrumen likuiditas The Fed.

Ia juga menyoroti meningkatnya kepemilikan Treasury oleh investor dengan leverage tinggi yang dinilai berisiko memicu pembalikan posisi secara cepat saat terjadi guncangan pasar.

“Posisi dengan leverage tinggi dapat berbalik (unwind) dengan cepat jika terjadi guncangan harga atau pendanaan,” katanya.

Logan menambahkan pasar Treasury selama ini menjadi penopang utama sistem keuangan Amerika Serikat, aliran investasi, hingga implementasi kebijakan moneter.