Ia diduga mengoordinasikan serangan yang menargetkan migran melalui unggahan di media sosial.

Aktivitas provokatif Robinson sebenarnya telah lama menjadi perhatian publik sejak dirinya memimpin kelompok English Defence League (EDL), organisasi yang dikenal memiliki pandangan Islamofobia.

Kelompok tersebut banyak diisi oleh hooligan sepak bola dan kerap menggelar demonstrasi anti-Muslim di jalanan Inggris. Aksi mereka beberapa kali berujung bentrokan dengan kelompok anti-fasis.

EDL juga sempat dikaitkan dengan Anders Behring Breivik, pelaku serangan bom dan penembakan di Norwegia pada Juli 2011 yang menewaskan 77 orang.

Pada Desember 2011, dua pendukung EDL dijatuhi hukuman karena berencana melakukan pengeboman terhadap sebuah masjid di Stoke-on-Trent.

Pernah Tinggalkan EDL dan Dipenjara

Pada 2013, Robinson memutuskan keluar dari EDL. Ia mengaku tidak lagi mampu mengendalikan para pengikut kelompok tersebut yang dinilai semakin ekstrem.

Meski sudah meninggalkan organisasi itu, pengaruh Robinson di media sosial tetap besar dan masih memiliki pendukung di kalangan kelompok sayap kanan Inggris.

Selain dikenal sebagai mantan pemimpin EDL, Robinson juga pernah menjadi anggota British National Party (BNP), partai nasionalis sayap kanan di Inggris.

Ia juga pernah menjalani hukuman penjara terkait kasus penyerangan.