Jakarta — Ledakan gas terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas, sementara puluhan pekerja lainnya masih terjebak di bawah tanah.

Mengutip AFP, ledakan terjadi pada Jumat (22/5) pukul 19.29 waktu setempat saat ratusan pekerja masih berada di dalam tambang.

Saat kejadian, tercatat sekitar 247 orang tengah bekerja di bawah tanah. Dari jumlah tersebut, 201 orang berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat pada Sabtu (23/5) pukul 06.00 waktu setempat.

Sementara itu, delapan pekerja dipastikan meninggal dunia dan 38 lainnya masih belum berhasil dievakuasi.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Hingga saat ini, proses penyelamatan korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Otoritas setempat juga masih berupaya menjangkau para pekerja yang terjebak di dalam tambang.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, sebelumnya melaporkan adanya peningkatan kadar karbon monoksida di area tambang yang melebihi batas aman.

Presiden China Xi Jinping meminta upaya maksimal dalam penanganan korban serta menekankan pentingnya investigasi menyeluruh terkait insiden tersebut.

“Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Tetap waspada terhadap keselamatan kerja,” ujar Xi Jinping.

Shanxi, Pusat Tambang Batu Bara China

Provinsi Shanxi dikenal sebagai salah satu pusat industri pertambangan batu bara terbesar di China, meskipun juga termasuk wilayah dengan tingkat ekonomi yang relatif tertinggal.