Sebaliknya, tanggung jawab dapat dibatasi jika dana diserahkan di luar prosedur resmi atau terdapat kelalaian dari nasabah, misalnya memberikan akses tanpa verifikasi.

Kepala Cabang dan Beban Representasi Dalam kasus ini, posisi kepala cabang menjadi faktor krusial. Jabatan tersebut memiliki kewenangan luas sekaligus merepresentasikan institusi bank. Karena itu, jika pelanggaran terjadi pada level ini, maka argumentasi tanggung jawab bank menjadi semakin kuat secara hukum.

Pada akhirnya, penentuan tanggung jawab tetap bergantung pada proses pembuktian. Hasil audit internal, jejak transaksi, serta kepatuhan terhadap prosedur akan menjadi faktor penentu. Hal ini penting dalam upaya pemulihkan kepercayaan publik khusus nya para nasabah Bank BNI.

Namun satu hal tak terbantahkan: dalam dunia perbankan modern, kepercayaan adalah mata uang utama. Ketika kepercayaan itu terganggu oleh tindakan dari dalam, maka tanggung jawab institusi tak bisa dihindari begitu saja.