KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat langkah dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program ZCorner yang berlokasi di Taman Bajuran Budayo.

Peresmian program yang digelar pada Senin (2/3/2026) itu dihadiri langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof. Noor Achmad, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas dukungan Baznas RI dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menghadirkan ZCorner di ruang publik yang strategis.

“Kami sangat berterima kasih. Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi harus terus ditata, bukan hanya dari sisi wisata, tetapi juga peningkatan ekonominya,” kata Maulana.

Ia menjelaskan bahwa Taman Bajuran Budayo yang sebelumnya dikenal sebagai taman remaja kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. Kehadiran ZCorner dinilai mampu menghidupkan kawasan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.

Pemerintah Kota Jambi juga telah mengusulkan penambahan ZCorner di sejumlah titik lain, seperti Kampung Batik, kawasan Terminal Rawasari, dan Gentala Arasy. Namun, pendataan pedagang akan dilakukan secara selektif agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Kami akan mendata terlebih dahulu pedagang yang benar-benar layak menerima bantuan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa kehadirannya di Kota Jambi bertujuan memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Ada 15 stan ZCorner di sini. Saya sudah melihat langsung bagaimana para pelaku UMKM menjual produk yang berbeda-beda, sehingga tidak saling bersaing,” katanya, Senin (02/03/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang dilaporkan mampu meraup keuntungan lebih dari Rp7 juta sejak berjualan di ZCorner. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan zakat secara tepat dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat kecil.

“ZCorner ini harus terus dikembangkan di Kota Jambi. Dampaknya sangat terasa bagi pelaku UMKM kecil,” tegasnya.

Prof. Noor juga menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kepercayaan para muzakki (pemberi zakat) kepada Baznas. Dana zakat yang terhimpun kemudian disalurkan secara produktif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau masyarakat ingat huruf ‘Z’ sebagai zakat, itu penting. Artinya, ada semangat berbagi untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan,” tambahnya.

Gubernur Jambi, Al Haris, menilai ZCorner sebagai langkah konkret dalam membantu masyarakat keluar dari garis kemiskinan.

“Insyaallah dengan adanya usaha ini, kehidupan mereka akan lebih baik. Kita sadar masih ada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya, ketika kondisi ekonomi keluarga membaik, dampaknya akan meluas, mulai dari kemampuan memiliki rumah hingga menyekolahkan anak-anak.

“Kita dorong masyarakat yang mampu untuk bersedekah melalui Baznas. Semakin banyak yang menyalurkan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang bisa dibantu,” pungkasnya.