JAKARTA — Dua cincin emas berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan dalam penggalian di sebuah situs arkeologi baru di Thailand. Salah satu cincin tersebut memiliki ukiran aksara Brahmi, sistem tulisan kuno yang berkembang di India, sehingga menjadi petunjuk penting mengenai hubungan budaya India dengan Asia Tenggara pada masa lampau.

Penemuan itu dilakukan di situs arkeologi Don Yai Thong, Provinsi Phetchaburi, sekitar 130 kilometer di barat daya Bangkok. Kedua cincin ditemukan bersama kerangka manusia dalam proses ekskavasi yang masih berlangsung pekan lalu, menurut Departemen Seni Rupa Thailand.

Salah satu cincin emas yang ditemukan pada Kamis (9/7/2026) memiliki ukiran yang diduga menggunakan aksara Brahmi. Berdasarkan analisis awal para arkeolog, tulisan tersebut terbaca sebagai pusarakhitasa, yang berarti “orang yang dilindungi oleh Pushya”.

Mengutip VNExpress, dalam astronomi India kuno, Pushya merupakan salah satu rasi atau tanda zodiak yang dipercaya membawa keberuntungan. Temuan ini dinilai memperkuat bukti bahwa pengaruh budaya India telah menjangkau wilayah Thailand sejak ribuan tahun silam.

Sementara itu, cincin emas kedua yang ditemukan bersama kerangka yang sama tidak memiliki motif maupun ukiran. Meski tampil sederhana, artefak tersebut tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Para ahli menduga pemilik cincin kemungkinan merupakan seorang pedagang dari kasta Waisya (Vaishya), golongan dalam sistem kasta India kuno yang identik dengan aktivitas perdagangan dan bisnis.

Situs Don Yai Thong Simpan Banyak Artefak Bersejarah

Situs arkeologi Don Yai Thong pertama kali ditemukan pada awal tahun ini setelah warga setempat menemukan pecahan genderang perunggu kuno di area persawahan. Temuan tersebut mendorong Departemen Seni Rupa Thailand melakukan penggalian lebih lanjut.