JAKARTA – Tujuh tahun setelah dideklarasikan, Verdis masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah negara. Wilayah yang didirikan oleh Daniel Jackson, seorang anak muda asal Australia, hingga kini belum diakui oleh negara mana pun.

Pada 20 Mei 2019, Daniel Jackson yang saat itu berusia 20 tahun mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden Republik Verdis.

Verdis berdiri di atas lahan seluas 125 hektare yang berada di antara Kroasia dan Serbia, tepatnya di sepanjang aliran Sungai Danube.

Negara mikro ini terinspirasi oleh Liberland, sebuah mikronasi yang juga belum diakui oleh Kroasia maupun Serbia dan berlokasi sekitar 20 kilometer di utara Verdis.

Nama Verdis dipilih karena memiliki kemiripan dengan kata Latin viridis yang berarti hijau. Sejak awal, konsep negara ini memang berfokus pada isu-isu lingkungan.

Berdiri di Wilayah Sengketa Perbatasan

Wilayah yang diklaim sebagai Verdis sebenarnya merupakan area yang muncul akibat perbedaan pandangan antara Serbia dan Kroasia terkait batas wilayah.

Serbia menganggap batas negaranya berada di garis tengah Sungai Danube. Di sisi lain, Kroasia menginginkan batas wilayah berdasarkan peta kadaster lama.

Perbedaan pandangan tersebut menyebabkan munculnya beberapa kantong tanah yang tidak diklaim oleh kedua negara, termasuk wilayah yang kini disebut sebagai Verdis.

Jackson mengaku sempat mendapatkan sambutan baik dari otoritas Serbia. Namun, Kroasia menolak mengakui keberadaan Verdis.

Pada Oktober 2023, Jackson bersama sejumlah warga Verdis diusir paksa oleh polisi Kroasia saat mencoba menetap secara permanen di wilayah tersebut.