Meski demikian, Hobbs menilai pengakuan internasional tetap menjadi tantangan terbesar.

“Meskipun ia mungkin memenuhi kriteria hukum internasional untuk sebuah negara, pertanyaan selanjutnya adalah: lalu apa gunanya?”

“Anda bisa menyatakan diri sebagai sebuah negara, tetapi jika negara lain tidak memperlakukan Anda sebagai sebuah negara, itu sebenarnya tidak membantu.”

“Jika tidak ada keuntungan bagi negara-negara besar, mereka tidak akan mengakuinya,” tambahnya.

Fenomena Negara Mikro di Dunia

Jumlah negara mikro atau mikronasi di dunia belum diketahui secara pasti. Namun, jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan.

Sebagian di antaranya didirikan di Australia dengan berbagai tujuan, mulai dari pengurangan pajak hingga membangun komunitas yang lebih inklusif.

Harry Hobbs mengingatkan bahwa meski sebagian besar mikronasi tidak berbahaya, risiko tetap ada ketika orang-orang rentan terjebak dalam euforia tersebut.

Ia mencontohkan kasus saat krisis pengungsi Suriah, ketika banyak orang mendaftar ke negara mikro dengan harapan mendapatkan suaka.

“Kami melihat, khususnya selama krisis pengungsi Suriah, banyak orang mendaftar ke negara-negara mikro untuk mencari suaka,” katanya.

“Orang-orang mengeluarkan banyak uang untuk menyelamatkan diri dan keluarga mereka, hanya untuk mengetahui bahwa mereka telah ditipu.”