JAMBI – Pesatnya pertumbuhan kawasan Mendalo dan Jambi Luar Kota (Jaluko) sebagai pusat pendidikan, kawasan permukiman, dan sentra ekonomi baru di Provinsi Jambi mulai dihadapkan pada tantangan serius terkait ketersediaan air bersih. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat dinilai tidak lagi seimbang dengan kapasitas layanan air minum yang tersedia saat ini.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Menurutnya, persoalan air bersih di kawasan Mendalo-Jaluko sudah menjadi isu strategis pembangunan daerah yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Berdasarkan data perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mendalo-Jaluko, kawasan tersebut diproyeksikan melayani sekitar 24 ribu kepala keluarga atau setara 96 ribu jiwa. Dengan kebutuhan air domestik rata-rata 120 hingga 150 liter per orang per hari, ditambah tingkat kehilangan air dalam jaringan distribusi (Non-Revenue Water/NRW) sekitar 25 persen serta proyeksi pertumbuhan penduduk dalam 20 tahun ke depan, kebutuhan air bersih ideal diperkirakan mencapai 250 hingga 300 liter per detik.

Sementara itu, kapasitas intake yang saat ini digunakan hanya mampu menghasilkan sekitar 100 liter per detik. Kondisi tersebut menyebabkan defisit pasokan air mencapai sekitar 200 liter per detik.

Menurut Ivan Wirata, angka tersebut menjadi peringatan penting yang harus segera direspons agar tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar di masa mendatang.

“Jika kondisi ini dibiarkan, maka pengembangan kawasan pendidikan, perumahan, pusat ekonomi baru hingga investasi akan menghadapi kendala serius akibat keterbatasan pasokan air bersih. Karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan dari sekarang,” tegas Ivan.