Jakarta — Mantan Duta Besar Israel untuk India, Daniel Carmon, melontarkan kecaman keras atas aksi penyerangan yang dilakukan seorang warga Israel terhadap biarawati asal Prancis.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Carmon secara tegas menyebut tindakan itu sebagai bentuk “Terorisme Yahudi”.

Pada Rabu (29/4), kepolisian Israel menangkap pria berusia 36 tahun yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. Aparat mengategorikan insiden tersebut sebagai serangan yang “bermotif rasial”.

Melalui unggahan di platform media sosial X, Carmon menggambarkan kronologi kekerasan yang dialami korban.
“Seorang biarawati, yang sedang berjalan dengan tenang di jalanan Yerusalem, diidentifikasi sebagai non-Yahudi, lalu didorong, diseret, dihempaskan ke tanah, dan kemudian ditendang oleh pelaku yang sama,” tulisnya.

“Jika ini bukan Terorisme Yahudi, lalu apa lagi?” tambahnya, seperti dikutip Anadolu.

Konsulat Prancis di Yerusalem turut mengeluarkan pernyataan resmi. Pemerintah Prancis disebut “mengutuk keras serangan terhadap biarawati warga negara Prancis tersebut.”

Selain itu, pihak konsulat menyampaikan bahwa mereka terus memantau kondisi kesehatan korban dan mendesak otoritas setempat agar pelaku segera diadili serta dijatuhi hukuman setimpal.

Sebagai bentuk penanganan kasus, kepolisian Israel merilis foto yang menunjukkan korban mengalami luka di bagian kepala. Langkah ini dilakukan di tengah kritik yang selama ini ditujukan kepada aparat terkait penanganan kasus serupa.

“Kami memandang serius segala bentuk kekerasan, terutama serangan bermotif rasisme yang menargetkan pemuka agama,” ujar juru bicara kepolisian Israel.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap komunitas agama di Yerusalem. Ratusan pastor dan biarawati dari berbagai negara yang bertugas di lembaga keagamaan di Yerusalem Timur dilaporkan merasa terancam.

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan oleh kelompok ekstremis Israel terhadap rohaniwan Muslim dan Kristen serta situs-situs suci dilaporkan mengalami peningkatan.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas memperlihatkan seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus menggunakan palu godam.