Makassar — Panitia Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) di Universitas Sulawesi Barat mengamankan dua perempuan yang diduga terlibat jaringan perjokian dengan modus menggunakan ponsel jadul yang dimodifikasi.

Plt Wakil Rektor I Unsulbar, Tasrif Surungan, mengatakan keduanya terungkap saat proses pemeriksaan menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian, Rabu (22/4).

Kedua perempuan tersebut menjalankan aksinya pada hari pertama pelaksanaan UTBK, Selasa (21/4).

Modus Teknologi Terselubung

Dari hasil pemeriksaan, panitia menemukan alat bantu dengar yang terhubung dengan ponsel yang disembunyikan di balik pakaian.

“Perangkatnya tampak sederhana seperti ponsel lama, tetapi sudah dimodifikasi dan terhubung dengan headset kecil di telinga,” ujar Tasrif.

Modus ini memungkinkan peserta menerima informasi dari luar selama ujian berlangsung.

Diduga Target Jurusan Kedokteran

Tasrif menyebut praktik kecurangan seperti ini kerap terjadi pada peserta yang mengincar jurusan kedokteran.

“Sekitar 99 persen kasus kecurangan mengarah ke pilihan kedokteran,” katanya.

Dugaan Identitas Palsu

Selain perangkat komunikasi, panitia juga menemukan indikasi penggunaan identitas palsu. Kedua perempuan tersebut diduga memakai KTP yang baru diterbitkan pada April 2026.

“Boleh jadi yang bersangkutan bukan orang yang sebenarnya,” ungkap Tasrif.