Jakarta — Komisi X DPR RI mengingatkan agar kebijakan efisiensi energi, seperti work from home (WFH) untuk menekan konsumsi BBM di tengah konflik Iran dengan AS dan Israel, tidak diterapkan pada sektor pendidikan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa efisiensi energi di tengah dinamika global memang penting. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak bijak jika diberlakukan dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama guna menjaga kualitas pendidikan serta menghindari risiko learning loss akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Kami menilai bahwa pembelajaran tatap muka memang harus tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3).
Lalu mengingatkan, pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa kualitas akademik hingga pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran daring sulit dioptimalkan.
Selain itu, ia menilai sistem zonasi sekolah yang saat ini berjalan membuat mayoritas siswa memiliki jarak tempuh relatif dekat ke sekolah. Dengan demikian, dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, dinilai tidak signifikan.
“Oleh karena itu mempertahankan kegiatan belajar mengajar secara langsung adalah langkah yang proporsional,” jelasnya.
Ia juga mendukung langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara tatap muka penuh mulai April 2026.
Menurutnya, pendekatan pemerintah yang fleksibel—di mana pembelajaran jarak jauh hanya diterapkan secara terbatas dan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran—sudah tepat.
“Kegiatan praktikum dan pembelajaran yang membutuhkan interaksi langsung, tentu tetap harus dilakukan secara tatap muka agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” tuturnya.
Karena itu, ia meminta agar ke depan tidak ada lagi wacana efisiensi yang berdampak pada sektor pendidikan.
“Kebijakan efisiensi energi tetap penting dalam merespons dinamika global. Namun, keputusan untuk menjaga pembelajaran tatap muka adalah langkah yang bijak, karena memastikan bahwa hak belajar siswa dan kualitas pendidikan nasional tetap terlindungi,” katanya.
Wacana WFH ini mencuat seiring konflik antara AS-Israel dengan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji berbagai opsi untuk menghemat penggunaan energi di tengah situasi tersebut. Sejumlah negara juga telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa, seperti Filipina yang menerapkan WFH satu hari dalam sepekan.


