Jakarta — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 100 persen terhadap produk asal Kanada jika Ottawa menjalin kesepakatan dagang dengan China. Ancaman tersebut berpotensi memperlebar ketegangan hubungan antara Washington dan Ottawa.

Mengutip CNN, Minggu (25/1), pernyataan itu disampaikan Trump pada Sabtu (24/1). Kanada sendiri merupakan mitra dagang terbesar kedua Amerika Serikat.

Trump bahkan menyebut Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebagai “gubernur”, istilah yang juga pernah ia gunakan untuk mantan Perdana Menteri Justin Trudeau. Sebutan tersebut merujuk pada pernyataan Trump yang berulang kali menyebut Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

“Jika Gubernur Carney berpikir ia akan menjadikan Kanada sebagai ‘Drop Off Port’ bagi China untuk mengirimkan barang dan produk ke Amerika Serikat, maka ia sangat keliru,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Ia juga melontarkan peringatan keras terkait dampak hubungan dagang Kanada dengan China. “China akan memakan Kanada hidup-hidup, benar-benar melahapnya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, tatanan sosial, dan cara hidup secara umum,” imbuh Trump.

Dalam unggahan lanjutan, Trump menegaskan dunia tidak membutuhkan China dan menyatakan dirinya tidak akan pernah bisa bekerja sama dengan Kanada dalam konteks tersebut.

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap Trump sebelumnya. Pada 16 Januari lalu, ia sempat mengatakan bahwa akan menjadi hal positif apabila Carney menandatangani kesepakatan dagang dengan China.

Ancaman tarif muncul setelah Carney bertemu Presiden China Xi Jinping pada awal bulan ini dan menyepakati sejumlah kemitraan strategis baru. Salah satunya adalah keputusan Kanada melonggarkan tarif kendaraan listrik asal China serta membuka akses hingga 49 ribu unit mobil listrik China per tahun ke pasar domestik.

Selain itu, China diperkirakan akan menurunkan hambatan tarif terhadap sejumlah komoditas asal Kanada, seperti kanola, lobster, dan kacang polong.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Keuangan Kanada Dominic LeBlanc menegaskan bahwa Ottawa tidak tengah mengupayakan perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing.

“Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa di bidang ekonomi dan keamanan, dan kami akan memastikan hubungan ini terus menguntungkan pekerja dan pelaku usaha di kedua negara,” tulis LeBlanc melalui media sosial X.

Ancaman tarif dari Trump juga muncul setelah Carney menyampaikan peringatan dalam World Economic Forum di Davos. Ia menyoroti kecenderungan negara-negara kuat menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata, tarif sebagai alat tekanan, serta rantai pasok global sebagai kerentanan yang dapat dieksploitasi.