Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menjadwalkan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai pada 10 hingga 12 Januari 2026.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa isu lingkungan akan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam forum nasional tersebut. Menurutnya, kebijakan ekologis akan dikaji secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Kebijakan ekologis dari hulu ke hilir itu nanti akan menjadi bagian dari pembahasan di dalam Rapat Kerja Nasional PDIP, 10 sampai 12 Januari yang akan datang,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (29/12).
Hasto menjelaskan, saat ini PDIP tengah menuntaskan rangkaian Konferensi Daerah (Konferda) di tingkat provinsi. Dari seluruh wilayah di Indonesia, hanya Provinsi Sumatra Barat yang belum menyelenggarakan Konferda.
Tertundanya pelaksanaan Konferda PDIP di Sumatra Barat disebabkan oleh bencana banjir dan longsor. Oleh karena itu, pihak partai mempertimbangkan opsi pelaksanaan Konferda secara daring.
“Jadi seluruh konsolidasi sudah selesai. Akhir tahun ini semua dipastikan selesai. Sehingga nanti HUT, PDI Perjuangan yang ke-53 dan sekaligus Rakernas yang pertama itu menjadi penanda bahwa konsolidasi telah dilakukan,” kata Hasto.
Selain agenda Rakernas, Hasto juga mengungkapkan bahwa PDIP dalam waktu dekat akan menggelar perayaan Natal bersama. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Tengah yang dipimpin kader PDIP, Masinton Pasaribu.
Ia menyebut, PDIP telah mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa tim relawan, tenaga medis, serta sarana pendukung lainnya ke lokasi bencana. Selain ambulans, partai juga mengerahkan kapal Laksamana Malahayati untuk mengangkut kebutuhan logistik.
“Peringatan Natal pun itu nanti akan dilaksanakan di daerah Tapanuli, tempat Pak Masinton. Itu untuk bersama-sama membangun solidaritas sosial. Kita juga kirim kapal Laksamana Malahayati yang kemarin memang menunggu logistik untuk semuanya ditaruh berserta dengan obat-obatan yang dibutuhkan rakyat,” ujar Hasto.



