Menurut laporan tersebut, Abraham tidak membawa putrinya ke rumah sakit setelah merasa tidak menemukan tanda-tanda kehidupan. Ia kemudian membeli peti mati dan membawa Yuleidy pulang.
Namun, situasi berubah ketika Yuleidy dilaporkan kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Saat kejadian itu berlangsung, Abraham disebut sedang berada di luar rumahnya.
Abraham dilaporkan memaknai kejadian tersebut sebagai mukjizat keagamaan karena putrinya kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan setelah sebelumnya dianggap meninggal dunia.
Yuleidy Sempat Mengalami Nyeri Dada
Yuleidy mengatakan dirinya sempat mengalami nyeri dada sebelum kehilangan kesadaran. Namun, informasi yang tersedia dalam laporan tersebut belum menjelaskan penyebab pasti gejala yang dialaminya.
Kehilangan kesadaran dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, sehingga penentuan penyebabnya memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan. Tidak ditemukannya denyut nadi atau napas oleh orang awam juga tidak cukup untuk memastikan seseorang telah meninggal dunia.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya mencari pertolongan medis ketika seseorang mengalami nyeri dada, kehilangan kesadaran, atau tidak menunjukkan respons.
Jika seseorang tidak sadar dan tidak bernapas secara normal, segera hubungi layanan kegawatdaruratan setempat. Ikuti petunjuk petugas dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR) jika diperlukan serta sesuai kemampuan atau instruksi petugas.
Kondisi Yuleidy setelah kejadian dan hasil pemeriksaan medisnya perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi sebelum penyebab kejadian dapat disimpulkan.

