Tujuh negara yang disebut menyumbang penonton internasional terbanyak adalah Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan China.
Data Raw Vision Collective bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta juga memperkirakan konser tersebut menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar.
Dampak ekonomi dari konser berskala besar tidak hanya berkaitan dengan penjualan tiket. Kegiatan semacam ini juga berpotensi mendorong permintaan terhadap hotel, restoran, transportasi, jasa perjalanan, produk UMKM, dan berbagai layanan pendukung acara.
Meski demikian, angka perputaran ekonomi perlu dibedakan dari keuntungan bersih penyelenggara maupun penerimaan pemerintah. Nilai tersebut menggambarkan estimasi aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan konser berdasarkan metode perhitungan sumber data.
Kemenpar Dukung Lebih dari 25 Event Internasional
Widiyanti mengatakan Kementerian Pariwisata telah memberikan dukungan kepada lebih dari 25 acara internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik kegiatan berskala global.
Dalam penyelenggaraan konser Kanye West, dukungan kementerian mencakup penerbitan surat rekomendasi penyelenggaraan kegiatan untuk pengajuan perizinan, rekomendasi visa dan kemudahan keimigrasian, serta rekomendasi kepabeanan bagi kebutuhan peralatan konser.
Dukungan tersebut dimaksudkan untuk membantu penyelenggara memenuhi kebutuhan administratif dan operasional dalam menghadirkan pertunjukan musik internasional di Indonesia.

