Dalam pernyataan kepada BBC, ia menggambarkan tingkat ancaman yang dihadapi Inggris saat ini lebih besar dibandingkan sebagian besar periode hidupnya.

Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah Inggris terhadap kemampuan militer negara-negara yang dianggap mengancam keamanan nasional. Rusia dan aktivitas yang dikaitkan dengan perang hibrida menjadi bagian dari kekhawatiran keamanan Eropa.

Istilah perang hibrida merujuk pada penggunaan berbagai cara untuk menekan atau melemahkan lawan, termasuk operasi siber, sabotase, penyebaran disinformasi, dan tindakan lain di bawah ambang konflik militer terbuka.

Inggris bersama anggota NATO lainnya kini menghadapi kebutuhan untuk memperkuat pertahanan sekaligus melindungi layanan penting yang menopang kehidupan masyarakat.

Kampanye Be Ready Ajak Warga Siapkan Kebutuhan Darurat

Sejalan dengan perhatian terhadap ketahanan nasional, pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan darurat bertajuk Be Ready.

Kampanye ini mendorong rumah tangga menyiapkan persediaan kebutuhan dasar untuk menghadapi gangguan layanan penting selama tiga hari. Gangguan tersebut dapat terjadi akibat berbagai keadaan darurat, seperti cuaca ekstrem, pemadaman listrik, masalah pasokan air, atau gangguan jaringan komunikasi.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa kampanye tersebut bukan respons terhadap satu peringatan intelijen tertentu. Tujuannya adalah membantu masyarakat menghadapi keadaan darurat tanpa terlalu bergantung pada bantuan yang mungkin membutuhkan waktu untuk menjangkau semua wilayah.