Toyota Alihkan Investasi ke AS

Toyota saat ini memperkuat basis produksinya di AS melalui investasi hingga US$10 miliar atau sekitar Rp177 triliun dalam lima tahun, dengan asumsi kurs Rp17.703 per dolar AS.

Investasi tersebut termasuk pembangunan pabrik baru senilai US$3,6 miliar atau sekitar Rp63,7 triliun di Texas.

Produksi pikap Tacoma akan dipindahkan dari pabrik di Baja California, Meksiko, ke fasilitas baru tersebut.

Di luar rencana kenaikan tarif khusus kendaraan dari Kanada, tarif AS secara umum juga telah menimbulkan beban besar bagi Toyota. Perusahaan tersebut mencatat biaya tarif sebesar US$8,8 miliar atau sekitar Rp155,8 triliun pada tahun fiskal lalu.

Honda Hadapi Ketidakpastian USMCA

Honda juga berada dalam kondisi yang cukup tertekan. Bisnis mobil perusahaan sedang mengalami kerugian dan tengah menjalani proses perbaikan.

Kenaikan tarif impor kendaraan dari Kanada berpotensi menambah tekanan tersebut.

Seorang eksekutif senior Honda mengatakan perusahaan mungkin tidak melanjutkan rencana pembangunan pabrik perakitan kedelapan di Amerika Utara jika perundingan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) tidak diperpanjang.

USMCA merupakan revisi dari North American Free Trade Agreement (NAFTA) 1994 dan telah berjalan selama enam tahun.

Trump memilih pada 1 Juli 2026 untuk tidak memperbarui perjanjian tersebut. Akibatnya, USMCA kini tunduk pada tinjauan tahunan meski perundingan masih berlangsung.

Hyundai dari Korea Selatan pada tahun lalu juga menyebut ketidakpastian mengenai USMCA sebagai salah satu faktor yang menunda keputusan investasinya.