ORASI.ID— Dari ruang kelas di Kota Jambi menuju panggung internasional. Sebanyak 12 siswa SD Xaverius 1 Kota Jambi didampingi tiga guru bersiap membawa karya inovasi mereka ke Malaysia untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam ajang kompetisi inovasi dan penemuan internasional di SEGi University, 20–24 September 2026.
Bukan sekadar mengejar piala, para siswa membawa misi yang lebih besar: menunjukkan bahwa anak-anak Jambi mampu menciptakan karya, tampil percaya diri, dan berbicara di hadapan dunia, Senin (14/9/26).
Kepala SD Xaverius 1 Kota Jambi, Romualdus Kaju, S.Fil., M.Pd., mengatakan, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut menjadi pengalaman penting bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun keberanian menghadapi lingkungan global.
Kompetisi itu mempertemukan ide dan karya inovatif anak-anak dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, serta sejumlah negara lainnya.
“Mulai tahun ini SD Xaverius 1 Jambi terlibat dalam lomba inovasi internasional. Sebelumnya, anak-anak juga sudah mengikuti tahapan lomba secara daring yang dilaksanakan minggu lalu,” ujar Romualdus.
Para peserta dijadwalkan berangkat ke Malaysia pada 19 September 2026. Di sana, mereka tidak hanya dituntut memamerkan hasil karya, tetapi juga harus mampu menjelaskan ide, menjawab pertanyaan juri, mempresentasikan produk dan prototype, serta berkomunikasi dengan peserta dari berbagai negara.
Persiapan menghadapi kompetisi tersebut pun tidak dilakukan dalam waktu singkat. Selama kurang lebih tiga bulan, para siswa bersama tim guru menjalani latihan secara intensif, mulai dari mengasah kemampuan presentasi hingga menyempurnakan produk dan prototype yang akan ditampilkan.
“Persiapannya tentu harus matang. Latihan dilakukan terus-menerus selama tiga bulan, termasuk mempersiapkan produk dan prototype. Semuanya dilakukan bersama-sama, baik oleh anak-anak maupun tim guru,” katanya.
Bagi sekolah, pengalaman tersebut justru menjadi bagian terpenting dari keikutsertaan siswa. Kompetisi internasional dinilai dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar menghadapi tekanan, menerima tantangan, berkomunikasi dengan orang lain, sekaligus membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.
Karena itu, target sekolah tidak berhenti pada raihan juara. Jauh lebih penting, para siswa diharapkan pulang membawa pengalaman dan karakter baru setelah berhadapan langsung dengan peserta serta juri dari berbagai negara.
“Harapan kami tentu bukan hanya mendapatkan hasil yang terbaik, tetapi juga karakter anak-anak yang bertumbuh. Mereka harus yakin bahwa anak-anak Jambi,anak-anak Indonesia, di panggung internasional pun bisa berbicara dan menunjukkan diri,” tegas Romualdus.
Ia menambahkan, keberanian berkompetisi dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan global merupakan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi masa depan.
“Kalau sudah mempersiapkan diri dengan baik, kita berharap mendapatkan hasil yang bagus. Tetapi yang paling penting, anak-anak membawa pulang spirit dan semangat untuk selalu bisa bersaing bersama orang-orang dari negara lain dalam kompetisi-kompetisi global,” katanya.
Keikutsertaan 12 siswa tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap pengembangan potensi anak sejak usia dini. Kreativitas, keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, dan semangat berkompetisi diharapkan terus tumbuh melalui pengalaman di tingkat internasional.
Di balik keberangkatan itu, terselip harapan para guru dan orang tua agar pengalaman di Malaysia menjadi salah satu pijakan bagi siswa untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
“Kami membawa harapan dari orang tua dan para guru bahwa masa depan Indonesia akan tetap cerah, bahkan akan lebih cerah,” pungkasnya.(Garuda Sirait)

