Jakarta – Ribuan petugas kepolisian Prancis menggelar demonstrasi di Paris, Selasa (15/9/2026), untuk menuntut kenaikan gaji, tambahan sumber daya, serta perbaikan kondisi kerja.

Aksi tersebut digelar oleh serikat Alliance Police Nationale di tengah gelombang aksi buruh dan pekerja dari berbagai sektor di Prancis. Para polisi juga menuntut agar komitmen yang tercantum dalam protokol 2022 dipenuhi.

Menurut laporan yang dikutip dari media Prancis, Alliance Police Nationale menyebut lebih dari 10.000 polisi ikut dalam demonstrasi di Paris. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya keresahan di kalangan aparat kepolisian terkait persoalan kesejahteraan dan kondisi kerja.

Polisi Prancis Tuntut Gaji dan Sumber Daya Lebih Baik

Demonstrasi tersebut tidak hanya menyoroti persoalan gaji. Polisi juga menyuarakan kebutuhan akan tambahan sumber daya, kondisi kerja yang lebih baik, serta pengakuan terhadap komitmen pemerintah yang telah disepakati sebelumnya.

Para demonstran dari Alliance Police Nationale bergerak di Paris dan terlihat tiba di sekitar gedung parlemen Prancis. Aksi tersebut menjadi bagian dari mobilisasi yang dilakukan serikat polisi untuk menekan pemerintah agar memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi anggota kepolisian.

Polisi di Prancis memiliki posisi khusus dalam aksi mogok kerja karena secara hukum mereka tidak diperbolehkan melakukan pemogokan seperti pekerja sektor lainnya. Karena itu, bentuk mobilisasi yang dilakukan berupa demonstrasi untuk menyampaikan tuntutan. Reuters melaporkan polisi ikut turun ke jalan pada Selasa untuk menuntut perbaikan upah.

Demo Polisi Berlangsung di Tengah Gelombang Aksi Nasional

Aksi polisi berlangsung bersamaan dengan mobilisasi pekerja di berbagai sektor Prancis pada 15 September 2026.

Serikat pekerja dari berbagai sektor menggelar aksi terkait persoalan upah dan meningkatnya biaya hidup. Pekerja sektor energi, termasuk karyawan EDF, juga mengikuti aksi tersebut. Reuters melaporkan sekitar 59 persen pekerja EDF atau sekitar 38.000 orang ikut dalam aksi, yang berdampak pada operasional sejumlah fasilitas energi.

Aksi tersebut berlangsung ketika pemerintah Prancis menghadapi tekanan terkait kondisi anggaran negara. Para serikat pekerja khawatir kebijakan penghematan anggaran dapat semakin membebani pekerja, termasuk mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik.

Bagi kepolisian, tuntutan kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja juga berkaitan dengan kebutuhan untuk mendapatkan sumber daya yang memadai dalam menjalankan tugas.

Tuntutan Polisi Mencakup Komitmen Protokol 2022

Selain persoalan upah, demonstrasi Alliance Police Nationale juga membawa tuntutan agar pemerintah menghormati komitmen yang telah dibuat melalui protokol 2022.

Tuntutan tersebut mencakup persoalan gaji, sumber daya, kondisi kerja, serta pengakuan terhadap komitmen yang sebelumnya telah disepakati.

Aksi di Paris menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan aparat kepolisian menjadi bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap pemerintah Prancis di tengah meningkatnya tuntutan pekerja terkait pendapatan dan kondisi kerja.

Dengan berlangsungnya demonstrasi dari berbagai sektor secara bersamaan, pemerintah Prancis menghadapi tekanan untuk merespons tuntutan pekerja tanpa memperburuk persoalan anggaran yang sedang dihadapi.