Dampak Tumbukan Terlihat hingga Kilometer dari Kawah
Kamera LROC menunjukkan adanya material lontaran yang menyelimuti wilayah di sekitar kawah. Sementara itu, instrumen Diviner Lunar Radiometer pada LRO mendeteksi perubahan temperatur yang jauh lebih luas daripada ukuran kawah itu sendiri.
Data Diviner menunjukkan adanya area dingin dengan lebar sekitar 7 kilometer di sekitar kawah. Pada malam hari, wilayah tersebut tercatat sekitar 9-10 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan permukaan di sekitarnya.
Menurut Powell, perbedaan suhu tersebut berkaitan dengan perubahan pada lapisan atas tanah Bulan atau regolit akibat tumbukan.
Material permukaan yang terdampak menjadi lebih longgar dan kurang padat sehingga kemampuan permukaan untuk mempertahankan panas berubah.
“Pembentukan kawah akibat tumbukan adalah salah satu proses yang paling umum dan penting di tata surya. Memahami bagaimana tumbukan memodifikasi permukaan dan sekitarnya penting untuk menafsirkan geologi dan sejarah Bulan,” kata Powell.
Kawah Baru Jadi Acuan untuk Mempelajari Permukaan Bulan
Bulan dipenuhi kawah tumbukan, tetapi sebagian besar kawah tersebut terbentuk dalam waktu yang sangat lama dan telah mengalami perubahan akibat tumbukan berikutnya serta proses pelapukan ruang angkasa.
Kondisi McGetchin yang masih relatif baru memberikan kesempatan bagi para ilmuwan untuk mempelajari bagaimana sebuah kawah terbentuk dan bagaimana material di sekitarnya berubah setelah tumbukan.
Lokasi kawah yang berada di kawasan perbatasan antara dataran rendah Bulan yang lebih gelap dan tertutup basal serta dataran tinggi yang lebih terang juga memberikan kesempatan untuk mempelajari dampak tumbukan pada dua lingkungan geologis yang berbeda.

