JAMBI — Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk. Pemantauan AQI pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.41 WIB menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 198, masuk kategori “Tidak Sehat”. Kondisi ini ditandai konsentrasi PM2.5 sebesar 140 µg/m³ dan PM10 mencapai 204 µg/m³.

Yang paling mencolok, pada saat data tersebut diperbarui, Jambi tercantum di peringkat pertama dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Peringkat itu merupakan hasil pemantauan real-time, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan konsentrasi polutan dan kondisi atmosfer.

Jambi di Peringkat 1, Udara Justru Memburuk

Orasi.ID
Foto: keterangan kondisi udara kota jambi berdasarkan pemantauan AQI.

Angka tersebut menjadi gambaran serius kondisi udara di Jambi. AQI 198 berada di ujung atas kategori tidak sehat, sementara PM2.5 yang mencapai 140 µg/m³ menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara.

Kondisi serupa juga tercermin dalam pemantauan Pemerintah Kota Jambi. ISPU PM2.5 tercatat 234 pada Selasa (15/9) pukul 20.00 WIB, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi TK/PAUD, SD dan SMP mulai 16 September 2026.

Pemantauan IQAir pada 16 September juga menunjukkan kualitas udara Jambi berada dalam kategori sangat tidak sehat. Posisi peringkat kota dapat berubah karena sistem diperbarui secara berkala. Dengan demikian, penyebutan Jambi sebagai peringkat pertama perlu dipahami sebagai kondisi pada waktu pengukuran, bukan peringkat permanen.

Peringkat pertama kali ini bukan kabar baik. Justru angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kualitas udara di Jambi masih serius dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.