Ia menilai sinergi antara pemerintah, organisasi pedagang, pengelola pasar, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan pasar yang lebih tertata sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang.
“Kami menitipkan DPD APPSI Bungo kepada Pemerintah Kabupaten Bungo. Kami berharap APPSI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menata, memajukan, dan menggeliatkan perekonomian pasar tradisional maupun pasar rakyat di Kabupaten Bungo,” tutur Riri.
Menurut Riri, pembangunan pasar tidak hanya menyangkut pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang, kepastian berusaha, akses ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan pasar.
Karena itu, kepengurusan baru APPSI Bungo diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pedagang.
Jabatan Adalah Amanah!
Riri mengingatkan seluruh jajaran pengurus DPD APPSI Kabupaten Bungo bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah sekaligus sarana pengabdian.
Ia meminta seluruh pengurus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta menempatkan kepentingan pedagang sebagai bagian penting dalam setiap program organisasi.
“Jabatan ini adalah amanah. Jangan sampai organisasi hanya berjalan secara administratif. Pengurus harus turun ke lapangan, mendengar persoalan pedagang, membangun komunikasi dan kemudian memperjuangkan solusi bersama,” tegas Riri.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, DPW APPSI Provinsi Jambi berharap DPD APPSI Kabupaten Bungo dapat segera melakukan konsolidasi internal dan menyusun program kerja yang konkret serta sesuai dengan kebutuhan pedagang di berbagai pasar di Kabupaten Bungo.

