Orasi.ID
Foto: Walikota Jambi, Maulana saat menghadiri pelepasan siswa SD Xaverius 1 Jambi.

“Semua ini merupakan wujud pendidikan yang berhasil, membuat anak-anak peduli terhadap lingkungan dan menjaga lingkungan. Pendidikan dimulai dari anak-anak dan merupakan modal utama bagi kita untuk menjaga kelestarian alam,” ujar Maulana.

Menurutnya, pendidikan yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini akan menjadi modal penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga alam.

Sementara itu, inovasi berbasis Arduino dirancang mampu bekerja secara otomatis setelah perangkat diaktifkan.

Tak berhenti pada teknologi, siswa juga mengangkat kekayaan bahan lokal. Pinang, daun suji, kunyit, dan bahan alami lainnya dimanfaatkan sebagai pewarna dalam pembuatan batik.

Karya-karya tersebut menjadi cara siswa memperkenalkan potensi lokal Jambi sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi dapat lahir sejak bangku sekolah dasar.

Para peserta dijadwalkan bertolak ke Malaysia pada Jumat, 19 September 2026. Mereka kemudian mengikuti rangkaian WICE Internasional di SEGi University pada 20–24 September.

Bagi SD Xaverius 1 Jambi, keikutsertaan ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah.

Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar berkolaborasi, mengembangkan ide, menguji inovasi, membangun kepercayaan diri, dan berani tampil di hadapan dunia.

Kini, 12 siswa itu bersiap membawa satu pesan sederhana dari Jambi: anak-anak Indonesia, khususnya dari Kota Jambi, juga mampu berinovasi dan bersaing di panggung internasional.(Garuda Sirait)