IJTI Dorong Evaluasi SOP Peliputan Berisiko

Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan mengatakan, kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan jurnalis di lapangan.
Menurut Usmar, institusi media perlu memastikan setiap jurnalis yang ditugaskan ke wilayah bencana atau medan ekstrem memiliki SOP keselamatan, pemetaan risiko, perlengkapan keselamatan, sistem komunikasi darurat, serta pembekalan safety awareness yang memadai.

“Peliputan di medan berisiko membutuhkan persiapan yang serius. SOP keselamatan tidak boleh sekadar menjadi dokumen, tetapi harus benar-benar diterapkan sebelum dan selama jurnalis menjalankan tugas,” ujar Usmar.

Ia menambahkan, dinamika alam, termasuk aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau, memiliki risiko yang sulit diprediksi sehingga aspek keselamatan harus menjadi bagian dari pengambilan keputusan dalam setiap penugasan.

“Kita ingin jurnalis bekerja secara profesional, mendapatkan informasi yang akurat, tetapi juga kembali dengan selamat kepada keluarganya. Jurnalisme harus berpihak pada kebenaran sekaligus kemanusiaan,” katanya.

IJTI juga menyampaikan dukungan moral kepada keluarga lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih menunggu kabar. IJTI berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan selama proses pencarian berlangsung.“Sekali lagi, tidak ada satu pun berita yang seharga dengan nyawa manusia,” tegas Herik Kurniawan. (GS)