Kesepakatan itu juga mencakup skema royalti minimal 16 persen serta pajak penghasilan sebesar 34 persen.
Rodriguez meyakini ketentuan tersebut dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Venezuela yang terdampak berbagai sanksi internasional.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio atas upaya mencapai kesepakatan tersebut.
Meski bekerja sama dengan pihak AS, Rodriguez menegaskan Venezuela tetap mempertahankan kepemilikan dan kedaulatan atas sumber daya alamnya.
“Harus sangat jelas bahwa Venezuela tetap memiliki kepemilikan dan kedaulatan atas sumber dayanya,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak AS disebut akan menyediakan modal, teknologi, serta kemampuan operasional untuk mempercepat pemulihan sektor minyak strategis Venezuela.
Pemerintah Venezuela juga berjanji akan menjaga transparansi terkait investasi, produksi, penerimaan negara, serta persyaratan bagi perusahaan yang menjadi operator.
Trump Sebut Kesepakatan Minyak Terbesar
Sebelumnya, Trump pada Jumat (28/8) mengatakan AS telah memfinalisasi kesepakatan dengan Venezuela untuk mendapatkan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai “kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia.”
Trump mengeklaim kesepakatan itu disusun melalui kemitraan dengan sektor swasta tanpa membebani pembayar pajak AS. Ia juga menyebut transaksi tersebut dapat menekan harga bensin dalam jangka panjang sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Venezuela.

