Kesiapan Sumber Air Baku Jadi Perhatian

Selain penanganan titik api, Ivan menyoroti ketersediaan sumber air selama musim kemarau.

Ia mengatakan ketinggian permukaan air Sungai Batanghari perlu terus dipantau. Informasi mengenai kondisi tersebut disampaikan oleh BWSS.

“Kemudian kita selalu mengecek ketinggian permukaan air sungai batanghari, makanya BWSS selalu memberikan informasi, berapa tingkat kemarau dan tingkat ketinggian sungai batanghari,” tuturnya.

Menurut Ivan, kesiapan sumber air baku juga penting karena terdapat ketergantungan terhadap air Sungai Batanghari.

“Kemarau saat ini, sumber air baku harus siap 90 persen ketergantungan air sungai batanghari, yang artinya harus ada secara parsial, air baku harus ada daerah daerah kekeringan seperti pihak PDAM menyiapkan menyiapkan air- air bersih yang tidak mempunyai sumber air baku.”

Karhutla di Muaro Jambi Kembali Terjadi

Ivan menyebut penambahan titik hotspot kembali terjadi, termasuk di wilayah Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

“Kemarin ada bertambah titik hospot, sungai gelam, Kabupaten Muaro Jambi terjadi kebakaran lagi, bagaimanapun semaksimal mungkin mengawasi, tapi titik titik hospot itupun menjadi karhutlah.”

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan mendorong sosialisasi pencegahan dilakukan secara lebih intensif melalui tim terpadu yang berada di 81 pos kabupaten dan kota.

“Masyarakat untuk tidak membakar dan itu harus disosialisasi dan tim-tim terpadu yang ada di 81 pos kabupaten kota, tentunya kita bagaimana menjerokan Karhutlah dan harus cepat diantisipasi,” ujarnya.

Ivan mengingatkan kebakaran yang tidak segera dikendalikan berpotensi meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu kabut asap, berdampak terhadap kesehatan seperti ISPA, mengganggu transportasi udara, serta memberikan dampak terhadap perekonomian dan menimbulkan kerugian.