Jambi – Kemacetan yang kerap terjadi di Jembatan Batanghari I kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, mengusulkan pembangunan duplikasi Jembatan Batanghari I sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur strategis tersebut.

Menurut Edi, Jembatan Batanghari I merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Kota Jambi dengan wilayah timur Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh. Tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari membuat kemacetan hampir menjadi pemandangan rutin, terutama pada jam sibuk dan musim libur.

Ia menilai persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif melalui pemetaan berbagai faktor penyebab sebelum menentukan solusi yang tepat.

“Kita akan coba untuk duplikasi jembatan. Nanti skema Tol Jambi–Rengat ini juga akan membutuhkan jembatan. Kita lihat dan petakan semua problemnya. Kemacetan di Jembatan Batanghari I ini memang sudah lama terjadi. Besok saya akan rapat dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), nanti akan kita petakan semua persoalannya,” ujar Edi Purwanto.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, rencana pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat menjadi momentum untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk kemungkinan pembangunan jembatan baru yang dapat terintegrasi dengan jaringan jalan nasional.

Pemetaan Penyebab Kemacetan Jadi Prioritas

Edi menegaskan koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab utama kemacetan. Sejumlah faktor yang akan dipetakan meliputi kapasitas jembatan yang terbatas, tingginya arus kendaraan, hingga pengembangan jaringan transportasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat pada masa mendatang.

Selama ini, Jembatan Batanghari I menjadi urat nadi transportasi darat yang dilintasi kendaraan pribadi, angkutan barang, bus antarkota, hingga kendaraan logistik yang menghubungkan Jambi dengan sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Akibat tingginya volume kendaraan, antrean panjang kerap terjadi dan berdampak pada meningkatnya waktu tempuh serta biaya operasional transportasi.

Warga dan Pengemudi Berharap Solusi Segera Direalisasikan

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kemacetan di Jembatan Batanghari I.

Salah seorang warga, Andi, mengatakan kemacetan hampir terjadi setiap sore maupun pada akhir pekan.

“Kalau sore atau akhir pekan sering macet panjang. Kami berharap pemerintah segera mencari solusi karena ini jalur utama, bukan hanya untuk warga Jambi tetapi juga kendaraan yang menuju Riau dan Sumatera,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan para pengemudi angkutan barang. Mereka menilai kemacetan yang terus berulang tidak hanya menghambat distribusi logistik, tetapi juga meningkatkan biaya operasional akibat lamanya waktu perjalanan.

Melalui rencana pembahasan bersama BPJN, masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera merumuskan solusi yang tepat, termasuk kemungkinan pembangunan duplikasi Jembatan Batanghari I, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar, aman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatera.