2. Update Android Hanya dari Sumber Resmi

Unduh pembaruan Android hanya melalui menu pengaturan sistem atau sumber resmi produsen ponsel.

Hindari menginstal paket pembaruan yang diperoleh dari situs agregator maupun laman yang tidak dikenal.

Jika produsen mengharuskan pengguna mengunduh pembaruan melalui situs web, pastikan berkas tersebut berasal dari laman resmi perusahaan.

Pembaruan dari sumber tidak resmi berisiko mengandung perangkat lunak berbahaya atau tidak sesuai dengan model perangkat yang digunakan.

3. Sambungkan HP ke Wi-Fi

Google menyebut ukuran pembaruan dapat cukup besar dan proses pengunduhannya membutuhkan waktu.

Sebelum mulai mengunduh update, sebaiknya sambungkan ponsel ke jaringan Wi-Fi.

Langkah tersebut dapat menghindarkan pengguna dari penggunaan kuota data seluler dalam jumlah besar selama proses download.

Kaspersky juga menyarankan pengguna menjadwalkan pengunduhan pada malam hari apabila pengaturan ponsel memungkinkan.

Dengan cara tersebut, proses pembaruan tidak terlalu mengganggu penggunaan ponsel pada siang hari.

4. Pastikan Baterai HP Cukup

Jangan melakukan pembaruan Android ketika baterai ponsel hampir habis.

Google menyarankan baterai diisi sedikitnya 75 persen sebelum proses pembaruan dilakukan.

Ponsel dapat mati apabila kehabisan daya ketika proses instalasi sedang berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembaruan sistem.

Pengguna juga dapat menghubungkan perangkat ke pengisi daya selama proses berlangsung.

5. Pilih Waktu Update yang Tepat

Proses update Android dapat membutuhkan waktu dan membuat ponsel tidak bisa digunakan untuk sementara.

Karena itu, pilih waktu ketika perangkat dapat dibiarkan tanpa digunakan.

Pengguna dapat menjadwalkan pembaruan berlangsung pada malam hari apabila fitur tersebut tersedia di perangkat.

Jika notifikasi pembaruan dinonaktifkan, pengguna juga dapat membuat pengingat untuk memeriksa update secara manual, misalnya satu kali setiap bulan.