Bersama GIGI, Budi terlibat dalam perjalanan penting band tersebut, termasuk album 2×2 yang dirilis pada 1997. Album tersebut memperlihatkan upaya GIGI mengeksplorasi warna musik yang lebih luas dengan melibatkan sejumlah musisi ternama.

Kehadiran Budi turut memperkuat karakter ritmis GIGI pada periode tersebut. Ia bertahan bersama band itu hingga sekitar 2004.

Dari GIGI ke Tiket

Setelah meninggalkan GIGI, Budi kembali bekerja sama dengan Opet Alatas dalam perjalanan musik bersama Tiket.

Pada akhir 2000-an, Budi menjadi drummer Tiket dalam fase kebangkitan kembali kelompok tersebut. Bersama personel lainnya, ia terlibat dalam proyek Transisi dan versi repackage-nya.

Periode tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Budi tidak berhenti setelah meninggalkan GIGI. Ia tetap aktif mengembangkan dirinya melalui berbagai proyek musik.

Lebih dari Sekadar Drummer

Budi Haryono juga dikenal memiliki kapasitas sebagai music director.

Pada 2011, ia dipercaya menangani arah musikal kelompok Narwastu. Peran tersebut menunjukkan kemampuannya tidak hanya sebagai pemain drum, tetapi juga sebagai musisi yang memahami aransemen, produksi dan kebutuhan musikal sebuah kelompok.

Pengalaman panjang bersama berbagai band membuat Budi memiliki perspektif yang cukup luas terhadap musik. Ia pernah berada di lingkungan rock, jazz, fusion dan pop, sehingga karakter permainannya berkembang melalui banyak pengaruh.

Sejumlah musisi juga mengenal Budi sebagai drummer dengan pola permainan yang kreatif. Permainannya disebut memiliki sentuhan ritmis yang tidak monoton dan mendapat pengaruh dari berbagai jenis musik, termasuk unsur perkusi tradisional.