Kritik: Terlalu Eksklusif bagi Penonton

Jurnalis Harsh Tiwari dari media daring The Print menilai keputusan membuat film dengan format yang hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil penonton bukanlah pendekatan ideal.

“Membuat film dalam format yang tidak dapat dinikmati sebagian besar orang sebagaimana dimaksudkan pembuatnya bukanlah cara yang seharusnya dilakukan seorang sineas kelas dunia,” tulisnya.

Selain itu, karena film dioptimalkan untuk layar IMAX berukuran besar, sebagian besar penonton di bioskop reguler hanya menyaksikan versi yang telah dipotong (cropped), sehingga komposisi gambar tidak tampil sepenuhnya seperti yang dirancang Nolan.

Ramai Jadi Perbincangan di Media Sosial

Perdebatan mengenai format penayangan The Odyssey juga ramai di media sosial.

Salah satu pengguna platform X menyebut hanya sedikit orang yang benar-benar dapat menikmati visi asli Christopher Nolan.

“Ini tidak adil. Hanya segelintir orang yang bisa menikmati visi asli Christopher Nolan sebagaimana yang ia inginkan,” tulis akun @CinemaRythmes.

Sementara itu, di TikTok dan Instagram, sejumlah kreator membuat video satir dengan menonton The Odyssey melalui layar kecil atau sambil melakukan aktivitas lain sebagai sindiran terhadap pengalaman menonton yang disebut “sesuai keinginan Nolan”.

Nolan: Tantangan Itu Sepadan

Christopher Nolan mengakui proses produksi The Odyssey memang tidak mudah karena penggunaan teknologi tersebut.

Namun, menurutnya, tantangan tersebut sepadan dengan hasil akhir yang diperoleh.

“Film ini memang sulit dibuat. Dan memang seharusnya begitu. Ini adalah The Odyssey, jadi prosesnya memang harus penuh tantangan, dan itu tidak masalah,” ujar Nolan.