Ditargetkan Beroperasi Akhir 2029
Pemerintah memperkirakan proses konstruksi proyek berlangsung selama lebih dari 41 bulan, dengan target Commercial Operation Date (COD) pada akhir 2029.
Meski demikian, pemerintah berharap pembangunan dapat dipercepat agar fasilitas bisa mulai beroperasi lebih awal.
“Kami mengharapkan pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan percepatan sehingga PSEL Legok Nangka dapat beroperasi lebih awal,” ujar Yuliot.
Diharapkan Jadi Model Nasional
Yuliot menegaskan keberhasilan proyek ini membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, PT PLN (Persero), pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat.
PSEL Legok Nangka juga diharapkan menjadi contoh pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain mengurangi volume sampah, proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat berupa penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, penurunan emisi karbon, hingga perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

