Apindo Soroti Pentingnya Pendanaan dan Pengembangan SDM
Meski memiliki prospek besar, Bob mengakui pengembangan industri MRO membutuhkan investasi dan pembiayaan yang tidak sedikit.
Karena itu, Apindo mendorong agar pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan 2026 turut memperhatikan pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung pendanaan serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
“Kita berharap ada transformasi ketenagakerjaan dan ini tentunya membutuhkan fundraising yang tidak sedikit. Dalam pembahasan undang-undang kita juga bahas bagaimana membangun ekosistem ketenagakerjaan termasuk fundraising-nya,” terangnya.
Apindo Susun Strategi Mitigasi PHK
Selain fokus pada pengembangan industri MRO, Apindo juga tengah menyusun strategi bersama pemerintah dan serikat pekerja untuk mengantisipasi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK).
Bob mengatakan tekanan terhadap ketenagakerjaan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami berbagai negara seperti Singapura dan China, seiring perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tingkat pengangguran.
Menurutnya, Apindo bersama pemerintah saat ini sedang merumuskan sekitar 10 langkah mitigasi PHK yang berfokus pada upaya pencegahan sejak dini.
“PHK itu memang kita tangani sejak awalnya di hulunya, bukan di hilirnya. Itu yang sekarang sedang kita kolaborasikan dengan pemerintah,” pungkas Bob.

