“Rising 8 kini sudah ready for service. Pada proyek Rising 8 inilah untuk pertama kalinya kami melakukan penggelaran SKKL secara mandiri dari sejak perizinan, penggunaan kapal, sampai tenaga ahlinya, sehingga kami sangat percaya diri untuk menggarap proyek-proyek penggelaran SKKL berikutnya,” ujar Titus.
Dengan kapasitas besar yang dimiliki, Rising 8 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat. Aktivitas seperti transaksi perbankan, belanja daring, pembelajaran online, hingga bekerja dan berkomunikasi dari rumah dapat berjalan lebih lancar dengan risiko gangguan konektivitas yang lebih rendah.
Selain melengkapi ekosistem konektivitas yang telah ada, Rising 8 juga menyediakan diversifikasi jalur trafik data Indonesia-Singapura. Bagi operator yang telah menggunakan jalur eksisting, sistem ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur cadangan maupun pembagi beban jaringan.
Bagi perusahaan, kehadiran jalur ganda memberikan manfaat berupa penurunan risiko downtime yang dapat mengganggu operasional yang semakin bergantung pada koneksi internet.
Target pasar Rising 8 mencakup operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), penyedia konten digital, hingga perusahaan dengan kebutuhan bandwidth tinggi seperti sektor keuangan, penyedia layanan cloud, dan operator pusat data.
Rute Indonesia-Singapura dipilih karena Singapura merupakan salah satu pusat digital regional dengan konsentrasi data center dan infrastruktur cloud yang sangat tinggi.
Melalui pengoperasian Rising 8, MoraRepublic dan Triasmitra memperkuat posisi mereka di pasar konektivitas internasional. Kedua perusahaan juga melihat peluang pertumbuhan yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan bandwidth pada koridor Indonesia-Singapura yang didorong oleh ekspansi layanan cloud, digitalisasi perusahaan, dan pertumbuhan ekonomi digital.

