“Infrastruktur telekomunikasi yang kuat tidak hanya meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital dan percepatan pemerataan akses digital di Indonesia, sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia usaha di berbagai wilayah,” kata Timotius.
Rising 8 menggunakan kabel bawah laut produksi Prysmian Group melalui fasilitas manufakturnya, Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) di Jerman. Produsen tersebut memiliki pengalaman lebih dari 125 tahun dalam teknologi kabel bawah laut dan didukung repeater berkualitas tinggi yang dirancang untuk menopang kapasitas minimum hingga 400 Tbps.
Sebagai bagian dari ekosistem konektivitas, Rising 8 juga terintegrasi dengan Nusantara Data Center (NDC) milik MoraRepublic yang berlokasi di Tanjung Bemban, Batam. Fasilitas tersebut telah mengantongi sertifikasi Tier-3 dari American National Standard Institute/Telecommunications Industry Association.
Sementara itu, titik pendaratan utama Rising 8 di Jakarta dilengkapi fasilitas Cable Landing Station dan Data Center di Tanjung Pakis milik Triasmitra dengan spesifikasi Tier-3 concurrently maintainable. Spesifikasi ini memungkinkan pemeliharaan infrastruktur dilakukan tanpa mengganggu keberlangsungan layanan.
Direktur Utama dan CEO PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi Patria, menyatakan Rising 8 menjadi pilihan yang andal bagi pelanggan yang membutuhkan koneksi berkualitas, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional.
Menurut Titus, proyek tersebut merupakan hasil kerja sama yang telah berlangsung selama beberapa tahun, mulai dari tahap perencanaan, penggelaran, hingga proses testing dan commissioning.

