Dia menggambarkan program nuklir negaranya sebagai “jaminan keamanan yang kuat untuk stabilitas dan perdamaian regional.”

“Tidak peduli seberapa keras AS, Jepang, dan ROK berdebat, mereka tidak akan pernah mengubah posisi DPRK saat ini sebagai negara pemilik senjata nuklir,” katanya.

Korea Utara diketahui semakin mempercepat pengembangan program senjata nuklirnya setelah perundingan dengan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan pada 2019. Saat itu, pertemuan antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, berakhir tanpa hasil.

Belum lama ini, Kim Jong Un juga menjamu Presiden China Xi Jinping di Pyongyang setelah Xi melakukan pertemuan dengan Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.