Jakarta – Militer Iran mengklaim telah menembakkan rudal peringatan ke arah dua kapal perusak Amerika Serikat yang beroperasi di kawasan Teluk Oman. Teheran menyebut tindakan tersebut membuat kedua kapal perang AS meninggalkan wilayah tersebut.

Melalui kantor berita resmi Iran, IRNA, militer Iran menyatakan kedua kapal perusak Amerika Serikat mundur dari area operasi setelah pasukannya meluncurkan rudal peringatan.

Menurut pernyataan tersebut, langkah itu dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran maritim dan tindakan yang dianggap provokatif oleh armada militer AS di kawasan.

Iran juga menuding pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat terlibat dalam aktivitas yang mereka sebut sebagai pembajakan terhadap kapal dagang dan tanker minyak di perairan regional.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM).

Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan tidak ada serangan maupun tembakan rudal dari pihak Iran yang mengarah ke kapal perang AS.

“Pasukan Iran tidak menyerang atau menembaki kapal perang Angkatan Laut AS. Tindakan seperti itu akan menjadi pelanggaran serius terhadap gencatan senjata,” demikian pernyataan CENTCOM.

Pihak militer AS juga menyatakan armadanya tetap menjalankan operasi secara normal di perairan kawasan dan melanjutkan aktivitas yang berkaitan dengan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan Ancam Gencatan Senjata

Insiden ini menjadi perkembangan terbaru yang berpotensi mengganggu gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang diumumkan pada 8 April lalu.