Ketatnya kompetisi juga membuat keberhasilan dalam ujian sering kali menuntut pengorbanan besar, baik dari sisi waktu maupun biaya. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi jaringan kriminal untuk menjual bocoran soal kepada pihak yang bersedia membayar mahal.
Biro Investigasi Pusat India diketahui telah menangkap sosok yang diduga menjadi dalang di balik kebocoran soal tersebut. Otoritas menyebut tersangka merupakan seorang dosen kimia yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ujian di bawah NTA.
Sebagai langkah pengawasan tambahan, Kementerian Pendidikan India juga meluncurkan situs web khusus yang memungkinkan masyarakat melaporkan klaim mencurigakan, konten tidak sah, maupun aktivitas penipuan yang berkaitan dengan NEET.
Skandal ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan yang dihadapi generasi muda India dalam mencari pekerjaan yang stabil dan berpenghasilan baik. Meski ekonomi negara itu terus tumbuh, jutaan warga masih menghadapi persaingan ketat di dunia kerja.
Banyak pelajar menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dengan harapan memperoleh karier profesional yang lebih baik. Namun, keterbatasan peluang dan tingginya tingkat persaingan membuat tekanan terhadap para siswa semakin besar.
Kontroversi NEET juga muncul bersamaan dengan persoalan lain di sektor pendidikan India. Sebelumnya, sistem penilaian daring yang digunakan dalam ujian sekolah menengah yang diikuti hampir dua juta siswa juga menuai kritik.
Sejumlah peserta mengeluhkan adanya kesalahan nilai hingga hasil ujian yang disebut diterbitkan kepada kandidat yang tidak sesuai.

