Pendataan sementara mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak akibat gempa.

“Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat,” kata Abdul.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso yang dilaporkan mengalami amblas.

Kabupaten Sigi kembali menjadi wilayah dengan kerusakan terbanyak. Tercatat sebanyak 47 unit rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Di daerah tersebut juga dilaporkan enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran mengalami kerusakan, satu jembatan terdampak, serta satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Poso mencatat lima unit rumah terdampak dan tiga rumah mengalami kerusakan ringan.

Di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 15 unit rumah dilaporkan terdampak gempa.

Adapun di Kota Palu, keretakan terjadi pada Jembatan III. Selain itu, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha turut terdampak.

Proses pendataan di Kabupaten Donggala hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas.

BNPB dan BMKG Terus Pantau Gempa Susulan

BNPB menyatakan aktivitas gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Bersama BMKG dan pemerintah daerah, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan situasi di wilayah terdampak.