Ia mencontohkan hasil diskusinya dengan salah satu pelanggan segmen fleet yang masih menilai merek Jepang, termasuk Toyota, memiliki keunggulan dalam aspek nilai jual kembali.
Menurut Anton, tingginya nilai jual kembali kendaraan Toyota tidak terlepas dari kehadiran merek tersebut selama puluhan tahun di Indonesia.
“Karena resale value ini datang dari puluhan tahun Toyota ada di Indonesia, mobilnya ada di pasar, dan kalau dijual juga cepat, harganya juga cukup baik,” tutupnya.
Baca Juga:Penjualan BYD di Indonesia Anjlok pada Mei 2026, Catat Rekor Terburuk Sejak Masuk Pasar Nasional
Halaman

